-->

Misteri Wagini, Anak Genderuwo Dari Alas Purwo Banyuwangi

Kisah Wagini yang disebut-sebut sebagai anak genderuwo pernah menjadi heboh di berbagai pemberitaan. Bermula dari tayangan "Bukan empat Mata"di stasiun televisi nasional Trans7 pada 10 Mei 2013, yang menampilkan sosok Wagini yang penuh misteri. Betapa tidak, Wagini mengaku sebagai anak genderuwo. 

Dalam tayangan tersebut Wagini disebutkan sebagai warga yang tinggal di sekitar Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, yang memang dikenal menyimpan banyak kisah misteri. Tak heran tayangan tersebut mengundang banyak perhatian dan tanggapan dari berbagai pihak, baik yang simpati maupun yang meragukan keberadaannya sebagai anak genderuwo. Video dirinya saat tampil di stasiun televisi tersebut kemudian diunggah di Youtube dan disaksikan puluhan ribu orang dalam waktu singkat. 
Wagini si anak genderuwo dari Alas Purwo, Banyuwangi.
Sosok Wagini yang disebut-sebut sebagai anak genderuwo

Pada tayangan disalah satu Tv swasta pada Jum`at malam, yang juga dihadiri oleh tokoh Supranatural Ki Ageng Kiwi dan Seorang Tokoh Supranatural Wanita yang juga sebagai Ibu Asuh Wagini,  membahas tentang Ganderuwo dan adat kebiasaannya. Ki Ageng Kiwi menjelaskan bahwa dia telah berjumpa dengan anak Ganderuwo yang bernama WAGINI dan telah mengangkatnya sebagai anak.

Menurutnya, anak Ganderuwo ini asalnya adalah hasil hubungan badan antara Bapak Ganderuwo dengan seseorang kembang desa disuatu desa terpencil di daerah Jawa.

Kebetulan suami si wanita sering pergi keluar kota, jadi disuatu malam tiba-tiba sang suami pulang dan langsung mengajak si istri berhubungan badan berkali kali, tetapi disaat hari menjelang pagi sang suami yang sebenarnya pulang dan mengajak berhubungan tetapi si istri menolak ” kan semalam kamu sudah menggauli aku mas, bahkan sampai tujuh kali!” seru sang istri.

Dengan wajah yang kesal si suaminya pun marah ” apa kau bilang aku yang melakukannya, dasar kau wanita murahan tak sudi aku melihat wajahmu lagi pergi kau dari sini!!!” hardik sang suami. Akhirnya sang istripun pergi dan tinggal ditempat orang tuanya.

Hari berlalu begitu cepat sampai akhirnya kandungan wanita itupun membesar dan lahirlah seorang anak yang sangat aneh wajahnya buruk sekali dengan tubuh yang ditumbuhi bulu-bulu yang lebat, sang ibu yang pada mulanya masih mengasuh putranya sampai sekitar 5 tahun dan anak tersebut tumbuh sangat cepat dari anak seusianya dengan porsi makan yang banyak sang ibu tidak tahan lagi dan mulai memaki anaknya dan sampai memukul sang anak tapi tiba-tiba muncul sosok Bapak Ganderuwo dengan wujud aslinya yang sangat menakutkan dengan tinggi tiga meter dengan wajah marah membawa anak tersebut pergi.

Pada saat ini Wagini diasuh oleh seorang Eyang wanita yang bernama Eyang Ratih, dan sang Eyang memang telah dipertemukan oleh Tuhan sebagai Ibu asuh Wagini, dan dapat berkomunikasi dengan Wagini dengan bahasa gaib. 

Selain Wagini masih ada yang lain yang diasuh sang Eyang, termasuk juga Manusia Kepiting yang dijumpai di pulau Makasar, yang wujudnya memang seperti kepiting dengan capit di kedua tangannya dan di badannya ada bulatan. Konon manusia kepiting tersebut adalah seorang pangeran kepiting.

Menurut penuturan Eyang Ratih, Wagini ini masih berumur bulanan hitungan di alam gaib walau tampak seperti orang dewasa di dunia Nyata, tampak jelas giginya belum tumbuh yang ada cuma gusi saja. 

Eyang Ratih juga memaparkan pertemuannya dengan wagini disaat dia pergi kesalahsatu hutan dan melihat wagini sedang membawa kayu di hutan, banyak orang ketakutan melihat Wagini. Karena merasa Iba Eyang Ratih menemuinya dan akhirnya sampai saat sekarang dia ikut Eyang Ratih dan diasuh bersama teman-teman sebangsanya di kediamannya.

PERTEMUAN WAGINI DENGAN EYANG RATIH

Bisikan gaib menjadi pintu masuk bagi Eyang Ratih untuk bertemu dengan Wagini anak genderuwo asal Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur. Ketika itu Wagini yang berusia 12 tahun hidup seorang diri.

Pedangdut yang juga praktisi supranatural Ageng Kiwi mengisahkan jika Eyang Ratih sering mendapat perintah untuk mendatangi tempat-tempat tertentu seperti gunung dan hutan. Di tempat-tempat itu Eyang Ratih bersemedi untuk memohon petunjuk.

"Pas ke Banyuwangi, kampung Wagini, eyang lihat sosok manusia aneh tidak bisa ngomong," ujar Ageng kepada merdeka.com, Senin (13/5).

Pada Jumat (10/5), Ageng Kiwi tampil dalam acara Bukan Empat Mata di Trans 7 bersama Wagini dan pengasuhnya Eyang Ratih. Video acara itu paling banyak dicari orang di situs berbagi video YouTube.

Awal bertemu, kata Ageng, Eyang Ratih mengira Wagini adalah mahluk halus, sehingga dibacakan sejumlah ayat suci Alquran. Tetapi Wagini tetap tidak mau pergi, malahan memberi sinyal ingin terus ikut Eyang Ratih.

"Wagini nangis minta ikut. Eyang melihat kalau Wagini anak baik," tuturnya.

Menurut Ageng, Eyang Ratih yang memiliki nama asli Tuti memang memiliki kelebihan spiritual seperti mengobati orang sakit. Dengan kelebihan itu, Eyang Ratih dengan telaten mengasuh dan mengajari Wagini.

"Sudah hampir 15 tahun Wagini diasuh oleh Eyang Ratih," tandasnya.

PENDAPAT PROF. WIMPIE  PANGKAHILA
Disisi lain, dilihat dari kacamata ilmiah, 
Guru besar dari Departemen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali, Wimpie Pangkahila menyangkal semua cerita itu. Dia menjelaskan, tidak mungkin ada anak genderuwo yang disebut-sebut buah hubungan percintaan antara manusia dengan genderuwo.

"Kalau orang mirip genderuwo iya. Saya kira berita itu tidak benar, itu pembodohan," katanya ketika dihubungi merdeka.com, Senin (13/5).

Wimpie menjelaskan, tidak pernah ada cerita secara ilmiah bahwa genderuwo memiliki anak hasil hubungan badan dengan manusia. Kemungkinan yang ada, kata dia, anak itu mungkin cacat fisik, berwajah buruk, kurang gizi atau memiliki kelainan fisik.

"Nah itu lho yang saya kira sangat membodohi masyarakat. Kasihan dia," tandasnya. 

sumber : Merdeka.com, Forum Viva


loading...

Labels: Genderuwo, Misteri

Thanks for reading Misteri Wagini, Anak Genderuwo Dari Alas Purwo Banyuwangi. Please share this article.

Share:

0 Komentar untuk "Misteri Wagini, Anak Genderuwo Dari Alas Purwo Banyuwangi"