-->

Blog Dibanned Google, Mengapa Dan Bagaimana Cara Mengembalikannya

Salah satu kekuatiran terbesar seorang blogger adalah ketika blognya dibanned oleh Google. Pengalaman yang tidak menyenangkan ini banyak dialami blogger. Yang menjadi masalah, dalam banyak kasus, bahkan sang blogger atau si pemilik blog tersebut tidak mengetahui letak kesalahannya, sehingga harus mengalami dibanned si mbah Google.

Mengembalikan blog yang dibanned Google.
Blog yang dibanned mendapat tanda gembok di dashboard blog tersebut.

Bukan tak mungkin hal ini menimbulkan pengalaman traumatis buat yang bersangkutan, karena menulis artikel untuk blog bukanlah pekerjaan ringan, terutama jika suatu blog telah berumur cukup dan memiliki banyak artikel. Kehilangan puluhan bahkan ratusan postingan artikel merupakan pukulan yang sangat berat bagi seorang blogger. Dan Google melakukan banned tanpa peringatan terlebih dahulu. Tahu-tahu blog yang dianggap melanggar Persyaratan Layanan Google, langsung dibanned dengan tanda gembok di dashboard blog yang bersangkutan. Lalu apa yang bisa dilakukan ? Bagaimana cara mengatasi atau mengembalikan blog yang terlanjur dibanned Google?

Penyebab Blog Dibanned Google

Suatu blog yang mengalami nasib dibanned oleh Google, berarti blog tersebut menurut Google diindikasikan melakukan pelanggaran tertentu. Pada blog yang dibanned, Google tidak menyebutkan secara eksplisit dibagian apa blog tersebut telah melanggar ketentuan Google, kecuali hanya disebutkan bahwa "Blog anda dikunci karena melanggar persyaratan layanan". Jadi banned atas blog identik dengan blog kita dikunci dan tidak bisa dibuka.

Banned atau bisa diartikan juga hukuman yang diberikan oleh Google terhadap suatu blog atas dugaan pelanggaran atas Persyaratan Layanan yang telah ditetapkan oleh Google bagi pengguna layanan Google, salah satunya blogging. 

Penyebab yang paling umum sehingga blog kena banned si mbah adalah duplikat content alias copas. Jika blog berisi artikel yang mayoritas atau malah semuanya berisi artikel yang mencomot bulat-bulat artikel orang lain, resiko kena banned sangat besar. Robot Google dengan mudah akan mendeteksi adanya konten ganda ini. Bisa juga si pemilik blog yang artikelnya diambil tanpa mencantumkan sumbernya inilah yang melaporkan ke Google, selanjutnya ditindaklanjuti dengan tindakan banned.

Banned juga bisa dikenakan pada blog yang berisi link download lagu, video atau game. Google akan mengindikasikan blog tersebut mengambil konten orang lain yang bukan hak kita. 

Masih ada jenis hukuman lain yang dikenakan Google pada blog yang terindikasi membahayakan pengguna lain. Seperti memasang script tertentu yang mengarahkan pembaca melakukan download otomatis, atau script yang menurut Google terindikasi virus. Saya pernah mengalami, dimana blog yang saya pasang script iklan dari luar dianggap Google berisi malware

Blog yang rawan banned biasanya dialami mereka yang ngeblog dengan fasilitas platform blogspot. Ya wajar saja, karena blog tersebut milik Google dan sifatnya gratis, sehingga pemiliknya bebas menetapkan mana yang dianggap melanggar ketentuan dan mana yang tidak. 


Google Juga Bisa Salah

Namun seperti telah disebutkan, yang dimaksud pelanggaran oleh Google itu belum tentu dipahami oleh si pemilik blog yang dibanned. Bahkan dalam kasus yang pernah saya alami, saya benar-benar dibuat penasaran ketika salah satu blog saya dibanned. Padahal saya yakin blog tersebut "tidak bersalah".  Akhirnya dengan usaha disertai doa, blog tersebut dibebaskan Google dan bisa eksis kembali. 

Google pun bisa salah. Salah mengidentifikasi suatu blog dinilai melanggar, padahal tidak. Dan saya pernah dua kali mengalami apes dua blog saya didakwa melanggar dan dibanned. Memang akhirnya "dibebaskan" tapi saya mengalami kerugian atas turunnya trafik blog. Untung saya masih terhibur dengan permintaan maaf Google via email atas kekhilafannya. Kata-kata "mohon maaf atas semua ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan dan terima kasih atas kesabaran anda ..." menjadi satu-satunya penghiburan atas kegundahan yang saya rasakan.

Yang lucu lagi, pernah juga terjadi blog yang sudah dibanned, tahu-tahu dibebaskan, tapi kemudian dibanned lagi. Dan believe it of not, dibebaskan kedua kalinya. Kalau bukan blog saya sendiri, mungkin saya juga tidak akan percaya kejadian seperti itu. Saya sadar blog tidur tersebut yang hanya berisi satu artikel copas memang melanggar, makanya saya tidak banding. Eh, malah dikembalikan.

Jenis-Jenis Banned

Banned atau hukuman yang dijatuhkan oleh Google atas blog yang dianggap melanggar bisa berupa mengunci blog tersebut, sehingga isinya tidak bisa diakses pemiliknya dan blog tersebut tidak bisa ditampilkan.

Selain itu, ada juga jenis hukuman lain dari Google, yaitu blog tidak dibanned/dikunci, tapi si pemilik tidak bisa melihat tampilan blognya karena yang muncul adalah peringatan di layar penuh dengan warna merah bahwa blog tersebut mengandung script berbahaya. Jadi mirip blog kita seperti dihack. Belum berhenti sampai disini. Pada saat bersamaan, ranking blog juga turun drastis. Artikel yang biasanya muncul di halaman pertama Google, melorot di halaman 10. Pengen nangis rasanya!

Jika pelanggaran kita hanya di beberapa artikel yang dianggap melanggar, maka kita hanya dapat somasi bahwa ada artikel yang harus diperbaiki. Jika kita cuekin, nanti akan ada tindakan susulan. Salah satu artikel yang pernah ditegur Google adalah tentang cara menampilkan lagu di blog. Ini ternyata melanggar TOS Google. Tak mau beresiko, artikel tersebut saya copot.

Cara Mengetahui Blog Yang Dibanned

Nah, kalau blog kita dibanned, bagaimana cara mengetahuinya? Ada beberapa cara mengetahui dan memastikan bahwa blog Anda dibanned Google.

1. Ketika Google melakukan banned atas suatu blog, maka si empunya blog akan mendapat pemberitahuan lewat email dengan penjelasan blognya dinyatakan melanggar ketentuan layanan Blogger sehingga harus mengalami banned. Jika kebetulan tidak membuka email, pemilik blog biasanya kaget saat login ke blognya dan mendapati blog miliknya sudah divonis bersalah.

2. Blog yang dibanned tidak bisa diakses. Jadi saat Anda atau orang lain membuka blog tersebut, maka tidak akan menemukannya.

3. Ketika login ke Blogger.com pada dashboard, blog yang dibanned ditandai dengan tanda segitiga warna merah.
Tanda bahwa blog dibanned Google.
Pada halaman dashboard Blogger, blog yang dibanned ditandai dengan gambar segitiga merah

Ketika blog yang ditandai segitiga merah sebagai banned tersebut diklik, maka tampilannya seperti tersebut dibawah ini. Deretan daftar menu yang tampil terbatas, tidak lengkap sebagaimana halnya blog yang aktif dan blog tersebut praktis tidak bisa diakses.

Tanda bahwa blog dibanned, saat dibuka di dashboard Blogger.com, yang tampak seperti ini.
4. Untuk memastikan bahwa blog Anda memang dibanned, Anda juga bisa mengeceknya melalui situs yang menyediakan layanan untuk mengetahui blog dibanned atau tidak. Googling saja dengan kata kunci "google banned checker", nanti akan keluar banyak situs yang bisa digunakan untuk chek status banned blog kita.

Salah satu situs banned checker yang memastikan blog saya terkena banned.


Cara Mencegah Terjadinya Banned Blog

Tentunya yang utama jangan melanggar dengan sengaja ketentuan layanan Google. Hal-hal yang sudah pasti dilarang jangan coba-coba dilanggar. Blogger harus tahu garis besar, kalau mau membaca semua TOS (Term of Service) Google lebih bagus, pantangan dalam blogging dan pemasangan adsense.

Usahakan menulis blog dengan konten asli. Jika harus mengutip wajib sebutkan sumbernya, begitu juga jika sebagian besar materi tulisan dalam blog berasal dari copy paste dari blog atau website lain, harus disebutkan sumbernya juga.

Sebagai tindakan preventif, sebaiknya lakukan penyelamatan atas konten secara rutin dengan melakukan download konten blog setiap 1-2 bulan sekali, tergantung rutin-tidaknya memposting artikel. Sehingga jika blog kita apes kena banned, kontennya masih selamat dan bisa diposting ulang ke blog lain.

Selain itu jika memungkinkan, lakukan costum domain blog blogspot Anda dengan TLD (Top Level Domain) seperti .com, .net, .id dan sebagainya. Cara ini bisa mengurangi resiko banned meski tidak 100%, karena dengan menggunakan domain sendiri akan jadi pertimbangan Google untuk tidak sembarangan main banned.

Terus upaya apa yang bisa dilakukan untuk mengembalikan blog yang dibanned Google tersebut?

Cara Mengembalikan Blog Yang Dibanned

Bisakah blog yang dibanned dikembalikan atau status blokirnya dicabut oleh Google? Jawabannya bisa karena saya sudah pernah membuktikannya. Satu-satunya cara yang tersedia sampai saat ini untuk mengembalikan blog yang terlanjur kena banned Google adalah melakukan banding.

Pada dashboard blog yang dibanned akan muncul peringatan bergambar gembok disertai tulisan bahwa blog tersebut telah dikunci. Dibawahnya ada penjelasan : Blog Anda dikunci karena melanggar persyaratan layanan. Jika Anda ingin meminta peninjauan blog, edit kontennya dan klik 'Ajukan Banding'. Blog ini akan dihapus secara permanen dalam 77 hari (hitungan mundur) kecuali anda meminta peninjauan". Paling akhir ada tombol BANDING.

Cara mengembalikan blog yang dibanned Google.
Minta peninjauan/banding, satu-satunya cara mengembalikan blog yang dibanned.
Kata-kata "edit kontennya" tidak mungkin bisa kita lakukan karena tombol editor blog tidak muncul di samping kiri dashboard, sebagai bagian dari banned. Jadi satu-satunya yang bisa dilakukan adalah minta peninjauan alias banding. Dan itu cukup dengan menekan tombol Banding. Selanjutnya akan muncul kotak yang meminta bahwa kita akan melakukan banding. Centang kotak "Saya Bukan Robot" lalu klik Ajukan Banding. Selesai.
Tombol konfirmasi pengajuan Banding.

Jika blog yang dibanned tersebut kita diamkan saja, dalam arti tidak melakukan banding, maka sesuai dengan hitungan hari sejak banned ditetapkan, blog tersebut akan dihapus selamanya dan URL blog tidak bisa digunakan untuk blog lain.

Setelah melakukan banding selanjutnya kita tinggal menunggu keputusan Google sambil berdoa. Dua blog yang berhasil saya perjuangkan menunjukkan waktu yang berbeda hasilnya. Blog pertama cukup lama, lebih dari seminggu menunggu keputusan Google, sampai akhirnya dikembalikan disertai ucapan maaf. Tapi blog yang kedua hanya butuh waktu sehari peninjauan, sudah dinyatakan tidak bersalah dan dikembalikan.

Ucapan maaf telah salah banned sebagai penghibur hati.

Selama proses banned berjalan, blog tidak bisa diakses, dan ketika diputuskan Google bahwa blog tersebut tidak bersalah, trafik blog terlanjur merosot.
Perlu dijelaskan, melakukan banding itu tidak berarti bahwa semua blog yang dibanned bisa dikembalikan. Hanya blog yang memang kita yakin tidak melanggar, maka setelah diadakan peninjauan oleh Google, blog kita akan dikembalikan disertai permintaan maaf. Kalau blog kita memang melanggar ketentuan Google, ya tetap dibanned sampai akhirnya dihapus.

Saya bocorkan sedikit tips bagi yang sedang melakukan banding. Yaitu jangan hanya menunggu pasrah keputusan Google. Tapi lakukan banding setiap hari. Tekan tombol banding setiap hari tapi sekali saja. Jadi selama belum ada keputusan, tiap hari tekan tombol banding. Barangkali tombol tersebut akan mengingatkan kalau-kalau orang-orang Google lupa meninjau blog kita. Banned itu yang melakukan sistem/robot Google, sedangkan peninjauan itu dilakukan secara manual. Dengan menekan tombol banding tiap hari mungkin pihak Google akan menganggapnya sebagai kuatnya keinginan kita untuk memiliki kembali blog tersebut.

Nah, semoga bagi yang punya blog kena banned Google bisa diselamatkan atau dikembalikan dengan memperhatikan cara-cara tersebut yang sudah dijelaskan tadi.
loading...

Labels: Blogging, Gaya Hidup

Thanks for reading Blog Dibanned Google, Mengapa Dan Bagaimana Cara Mengembalikannya. Please share this article.

Share:

0 Komentar untuk "Blog Dibanned Google, Mengapa Dan Bagaimana Cara Mengembalikannya"