Perbedaan Antara Wabah, Epidemi, Endemi Dan Pandemi

Pernah dengar istilah Wabah, Epidemi, Endemik atau Pandemi? Keempat istilah tersebut selalu dikaitkan dengan terjangkit atau merebaknya suatu penyakit tertentu di sebuah wilayah atau bahkan Negara. Orang mungkin sering mencampuradukkan pengertian istilah-istilah tersebut, padahal masing-masing mempunyai makna berbeda. 
 
Perbedaan Antara Wabah, Epidemi, Endemi Dan Pandemi
Ilustrasi via Vectorstock.com

Disarikan dari berbagai sumber, berikut ini perbedaan pengertian antara wabah, epidemi, endemik dan pandemi.

Wabah


Wabah adalah terjangkitnya suatu penyakit dalam masyarakat di suatu daerah tertentu. Penyakit dikatakan sebagai wabah ketika jumlah orang yang terserang penyakit tersebut lebih banyak daripada biasanya atau terjadi peningkatan dari kasus yang wajar.

Sebagai contoh mengonsumsi makanan atau minuman yang terpapar virus, bakteri, atau parasit bisa menyebabkan penyakit diare. Namun ketika terjadi lonjakan penderita diare di suatu daerah hingga mencapai puluhan atau bahwa ratusan orang, maka hal ini disebut wabah.

Wabah juga bisa terjadi pada penyakit yang sudah lama tidak tidak menjangkiti masyarakat, penyakit baru yang sebelumnya tidak diketahui, atau  penyakit yang baru pertama kali menjangkiti masyarakat di suatu daerah.

Berdasarkan data sebelumnya, para ahli kesehatan bisa memperkirakan berapa banyak kasus penyakit yang biasanya berulang terjadi dalam periode waktu, tempat dan populasi yang ditentukan. Ini yang biasa disebut wabah penyakit endemik.

Penyakit endemik adalah penyakit yang menyerang satu wilayah geografis tertentu atau kelompok populasi. Penyakit tersebut sudah lama ada atau pernah terjadi sebelumnya. Di Indonesia ada beberapa jenis penyakit endemik yang berkembang, seperti DBD, malaria, kusta, hingga hepatitis.

Tak jarang merebaknya penyakit ini bisa menimbulkan kejadian luar biasa di suatu daerah. Seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kasusnya paling banyak terjadi di Indonesia dan cenderung terus meningkat sepanjang tahun.

Suatu wabah juga bisa dilihat pada kasus munculnya penyakit baru di masyarakat. Seperti kasus pneumonia yang terjadi pada sekelompok orang yang muncul secara tak terduga diantara pengunjung pasar di Wuhan, Cina.
Maka pihak pejabat kesehatan pun mengetahui bahwa lonjakan kasus pneumonia disana merupakan wabah tipe baru virus corona atau Covid-19.

Arsip Lain:


Setelah otoritas kesehatan setempat mendeteksi adanya wabah baru tersebut, mereka segera melakukan penyelidikan untuk menentukan dengan tepat siapa saja yang terkena dan berapa banyak orang yang menderita penyakit tersebut.

Informasi itu digunakan untuk mencari tahu cara terbaik mengatasi wabah dan mencegah bertambahnya penderita baru.

Epidemi


Epidemi: Lebih besar dan Menyebar

Epidemi adalah wabah penyakit yang terjadi di wilayah geografis yang lebih luas di suatu negara. Pada saat orang-orang yang berada diluar Wuhan terdeteksi mengidap SARS-CoV-2 (penyebab penyakit yang dikenal sebagai Covid-19), para ahli epidemiologi menyadari bahwa wabah tersebut telah menyebar luas, yang berarti bahwa upaya pencegahan yang dilakukan tidak berhasil atau sudah terlambat.

Hal ini tidak mengherankan mengingat belum ada pengobatan atau vaksin yang tersedia untuk wabah tersebut. Namun dengan tersebarnya virus Covid-19 di seluruh wilayah Cina, berarti wabah Wuhan telah berkembang menjadi epidemi.

Pandemi


Pandemi memiliki level yang lebih tinggi dibanding epidemi atau keadaan ketika suatu penyakit menyebar dengan cepat di antara banyak orang dan dalam jumlah lebih banyak dibanding yang normal terjadi.

Menurut WHO, pandemi adalah skala penyebaran penyakit baru yang terjadi secara global di seluruh dunia. Ketika sebuah epidemi menyebar ke beberapa negara atau wilayah di dunia, maka itu dianggap pandemi.

Pandemi merupakan wabah penyakit yang menyebar secara global. Menurut WHO, pandemi tidak ada hubungannya dengan tingkat keparahan penyakit, jumlah kasus atau kematian yang diakibatkan, namun pada penyebaran geografisnya.

Artinya, walaupun terdapat korban virus sangat banyak terjadi di suatu negara atau beberapa negara tertentu saja, tidak bisa disebut sebagai pandemi. 

Hingga saat ini belum ada kriteria spesifik yang menentukan status pandemi. Namun, setidaknya ada tiga kriteria umum sebuah penyakit dikatakan sebagai pandemi.

Pertama, virus dapat menyebabkan penyakit atau kematian. Kedua, penularan virus dari orang ke orang terus berlanjut tak terkontrol atau berkelanjutan. Ketiga, terdapat bukti bahwa virus telah menyebar ke hampir seluruh dunia.

Beberapa penyakit pandemi yang tercatat paling mematikan sepanjang sejarah, yaitu cacar, campak, tipus, flu spanyol, black death, HIV/AIDS.

Setelah penyakit Covid-19 yang disebabkan virus corona atau SARS-CoV2 menyebar hingga 118 negara dan menginfeksi lebih dari 100 ribu, maka  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi global.

Dari penjelasan tadi dapat disimpulkan bahwa perbedaan pengertian atau penyebutan antara wabah, epidemi dan pandemi sebagai kondisi penyebaran suatu penyakit terletak pada skala penyebarannya.

Wabah penyakit bersifat lokal pada suatu daerah tertentu, epidemi berarti penyebaran wabah di berbagai wilayah di suatu negara, dan bila wabah tersebut sudah berkembang ke berbagai negara maka disebut pandemi.
loading...

Labels: Kesehatan, Virus

Thanks for reading Perbedaan Antara Wabah, Epidemi, Endemi Dan Pandemi. Please share this article.

Share:

0 Komentar untuk "Perbedaan Antara Wabah, Epidemi, Endemi Dan Pandemi"