-->

Mengenal Buta Warna : Penyebab, Jenis Dan Cara Mengatasinya

Mengenal buta warna
Perbandingan benda yang dilihat mata normal dan buta warna. (Brilio.net)


Buta Warna - Banyak orang yang tidak tahu, terutama anak-anak, bahwa ia menderita buta warna, dan baru menyadari saat menjalani tes. Karena cara memastikan kelainan dalam penglihatan ini memang lebih akurat jika dilakukan dengan tes buta warna.

Apa itu buta warna?


Buta warna adalah kelainan atau kerusakan pada sel kerucut di dalam retina, sehingga penderitanya tidak mampu menangkap atau melihat perbedaan spektrum warna tertentu. 

Kebanyakan kasus buta warna terjadi karena faktor genetik/keturunan, dan lebih sering terjadi pada laki-laki.

Gangguan penglihatan pada penderita buta warna ini terjadi jika sel-sel tertentu yang dikenal sebagai fotoreseptor, khususnya di sel kerucut, pada mata seseorang hilang atau tidak berfungsi dengan benar.

Sel kerucut ini biasanya memungkinkan orang tersebut melihat setiap warna pada pelangi. Namun, pada orang yang mengalami buta warna, tidak bisa melihat atau membedakan sebagian warna tersebut.

Gen Buta Warna sendiri dibawa oleh kromosom X. Untuk perempuan memiliki 2 kromosom X (XX) sedangkan laki-laki hanya memiliki 1 kromosom X (XY). Karena laki-laki hanya memiliki satu kromosom X, akibatnya penderita buta warna didominasi oleh laki-laki.

Proses Terjadinya Buta Warna

Buta warna merupakan salah satu masalah penglihatan. Penderita buta warna tidak berarti hanya dapat melihat sesuatu sebatas hitam putih. Beberapa orang dapat melihat warna dengan jelas dan akurat. Namun kesulitan untuk membedakan beberapa warna, seperti merah-hijau, ungu-biru, merah-kuning-hijau, atau biru-kuning.

Masalah penglihatan seperti ini dikenal dengan buta warna parsial. Namun pada sebagian orang, ada yang sama sekali tak mampu mengenali warna, disebut buta warna total.

Lalu bagaimana orang yang buta warna melihat warna-warni suatu benda? Dikutip dari Kompas.com, berikut penjelasan proses terjadinya buta warna pada seseorang.

Setiap kali mata melihat sebuah benda, misalnya pisang, cahaya dari lingkungan sekitar akan terpantul ke permukaan pisang dan kemudian ditangkap oleh retina di bagian belakang mata.

Panjang gelombang cahaya yang dipantulkan benda tersebut menentukan warna apa yang kita lihat, yaitu pisang kuning.

Nah, lapisan retina memiliki dua macam sel untuk menangkap cahaya, yaitu sel batang dan sel kerucut.

Sel batang sangat sensitif terhadap cahaya yang sangat berguna untuk beradaptasi dalam ruangan redup.

Sedangkan sel kerucut memiliki keakuratan pandangan yang lebih baik dan memiliki fotopigmen yang berguna untuk membedakan warna.




Sel kerucut memiliki 3 macam fotopigmen yang berguna untuk membedakan 3 warna dasar, yaitu merah, biru, dan hijau.

Warna selain tiga warna dasar tersebut merupakan kombinasi dari ketiga warna dasar, seperti warna kuning yang merupakan kombinasi warna merah dan hijau.

Lantas, apa yang terjadi pada mata orang yang buta warna? Buta warna terjadi akibat keterbatasan atau hilangnya fungsi sel kerucut tersebut.

Jika fotopigmen merah (protan) atau hijau (deutran) tidak berfungsi, kita akan kesulitan membedakan nuansa warna merah dan hijau. Warna merah, jingga, dan kuning terlihat lebih hijau bahkan kecokelatan atau hitam.

Bisa juga melihat warna hijau dan kuning tampak lebih merah, atau sulit membedakan warna ungu dan biru.

Pada beberapa orang, seluruh fotopigmen dalam sel kerucutnya bisa tidak berfungsi sama sekali sehingga mereka tidak bisa melihat warna apapun. Dunia benar-benar terlihat sebagai hitam, putih, dan abu-abu.

Untuk memastikan seseorang memiliki masalah buta warna bisa dilakukan melalui tes buta warna. Ada beberapa macam untuk mendeteksi buta warna, seperti tes Ishihara yang paling banyak digunakan. 

Tes ini dikembangkan oleh Shinobu Ishihara, seorang optalmologis Jepang untuk mengetahui buta warna parsial. Tes ini memuat sejumlah gambar berupa titik-titik warna yang membentuk pola angka.

tes buta warna
Tes Ishihara



Jenis Buta Warna

Dilansir dari laman Idntimes, ada tipe atau kategori buta warna berdasarkan kemampuan orang dalam menangkap warna. 

Normal/Tidak Buta Warna

Ini adalah ilustrasi pandangan orang yang tidak mengalami buta warna. 

Buta Warna Deuteranomalia Sulit Membedakan Merah dan Hijau


Penderita buta warna deuteranomalia mengalami kesulitan melihat warna merah-hijau. Penderitanya cenderung melihat hijau sebagai krem dan merah sebagai kuning kecoklatan. Penyebabnya karena tidak ada sel-sel kerucut hijau yang bekerja.

Deuteranomalia dalah bentuk yang paling sering dialami oleh penderita buta warna. Sekitar 4,63% laki-laki menderita gejala buta warna ini. 


Buta Warna Protanopia Sulit Melihat Warna Merah Dan Kuning


Penderita Protanomia akan sulit membedakan warna merah dan kuning. Hal ini disebabkan sel-sel kerucut warna merah tidak bekerja. Akibatnya adalah warna merah terlihat hitam dan warna kuning, orange dan hijau akan tampak sebagai warna kuning dalam mata penderita Protanopia. Sekitar 1% laki-laki mengalami Protanopia. 

Buta Warna Tritananopia Sulit Melihat Warna Biru-Kuning


Tritananopia  jarang ditemukan kasus penderita buta warna, penderitanya akan melihat warna merah jambu dan hijau. Kedua warna itulah yang dominan tertangkap oleh mata mereka. Hal ini terjadi karena kurang atau tidak bekerjanya sel-sel kerucut warna biru. Akibatnya adalah penderita akan melihat warna biru sebagai hijau dan melihat kuning sebagai abu-abu, ungu atau cahaya.

Buta Warna Rod Monochromacy atau Achromatopsial Hanya Bisa Melihat Hitam, Putih dan Abu-Abu

Penderita Achromatopsia akan merasa tidak nyaman berada dalam lingkungan yang banyak cahaya. Mereka cenderung photophobic. Hal ini karena semua sel-sel kerucut tidak memiliki photopigments fungsional. Inilah yang membuat penderita Achromatopsia tidak bisa menikmati keindahan warna sama sekali.

Buta Warna Total atau Achromatopsia sangat langka ditemukan dimasyarakat. Dari 100% populasi dunia saja hanya 0.00003% yang menderita buta warna ini.




Penyebab buta warna


Berikut beberapa penyebab buta warna yang perlu diketahui: 

1. Faktor keturunan 

Menurut laman resmi Colour Blind Awareness, kebanyakan buta warna berasal dari peran genetik atau faktor keturunan. Kondisi ini jamak dialami pengidap buta warna, terutama buta warna parsial merah, hijau, atau biru. 

Kebanyakan orang buta warna mendapatkan warisan genetik dari ibu mereka. Tak pelak banyak penderita buta warna pria. Ibu pembawa gen buta warna ini biasanya hanya karier, atau tidak mengidap buta warna. 

Orang yang memiliki keluarga dekat buta warna juga lebih berisiko terkena buta warna. 

2. Penyakit dan kondisi kesehatan tertentu 

Selain faktor keturunan atau bawaan sejak lahir, seseorang bisa mengalami buta warna karena penyakit atau cedera pada mata. 

Beberapa penyakit atau kondisi yang bisa menyebabkan buta warna antara lain: Anemia sel sabit, Diabetes, Degenerasi macula, Penyakit Alzheimer, Multiple sclerosis, Glaukoma, Penyakit Parkinson, Katarak, Leukimia, Minum alkohol berlebihan. 

Beberapa penyakit dan kondisi medis di atas bisa merusak saraf optik atau retina mata. Jenis buta warna ini umumnya hanya memengaruhi salah satu mata, dan bisa disembuhkan apabila penyakit mendasar ditangani dengan tuntas. 

3. Efek samping sejumlah obat 

Ada beberapa obat dapat memengaruhi kemampuan mata dalam mengenal warna. Antara lain obat tertentu untuk penyakit autoimun, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, disfungsi ereksi, infeksi, gangguan saraf, dan masalah psikologis. 

Kendati beberapa orang memiliki efek samping dapat mengurangi kejelian membedakan warna, hindari sembarangan mengganti atau menghentikan obat tanpa petunjuk dokter. 

4. Penuaan 

Bertambahnya usia bisa mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengenali warna. Buta warna juga bisa disebabkan karena katarak, dan proses penuaan pada usia lanjut.

5. Paparan bahan kimia 

Paparan bahan kimia berbahaya, seperti zat karbon disulfida dalam pupuk atau stirena yang terkandung di dalam plastik bisa jadi penyebab buta warna. 





Buta Warna Bisa Disembuhkan?

Kalau begitu, apakah orang yang buta warna bisa disembuhkan ?

Disini harus dibedakan antara buta warna yang disebabkan oleh kelainan genetik dan akibat penyakit tertentu.

Menurut Mayo Clinic, kebanyakan buta warna bawaan lahir tidak bisa disembuhkan dan  menetap seumur hidup. Namun, buta warna yang muncul karena efek samping minum obat tertentu atau gangguan mata tertentu terkadang bisa diatasi. Cara mengatasi buta warna terkait efek samping obat dan gangguan mata bisa dengan menyembuhkan masalah kesehatan mendasar.

Dilansir dari Everyday Health, sejauh ini tidak ada pengobatan atau prosedur medis yang membuat buta warna bisa sembuh total.

Sekelompok peneliti baru-baru ini merancang sebuah terapi gen yang terbukti bisa menyembuhkan buta warna pada monyet yang tidak bisa membedakan warna hijau dan merah.

Namun hingga kini, terapi gen belum diresmikan dan belum dinyatakan aman untuk mengobati buta warna pada manusia.

Cara Mengatasi Buta Warna


Meskipun belum ada obat atau terapi untuk menyembuhkan buta warna bawaan lahir, namun ada beberapa cara mengatasi buta warna untuk meringankan gangguan penglihatan ini.

Memakai Alat bantu

Mengatasi buta warna dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu. Namun, alat bantu ini tidak akan menyembuhkan buta warna, namun hanya
membantu penderita membedakan warna ketika digunakan. 

Alat bantu tersebut berupa lensa kontak dan kacamata buta warna yang  dirancang dengan filter berwarna. Filter ini dapat membantu mengasah persepsi pengidap buta warna untuk mengenali warna lewat kontras. 

Selain itu ada juga alat peraga berupa alat bantu visual, aplikasi, dan teknologi lainnya yang tersedia untuk membantu penderita hidup dengan buta warna.

Perubahan Gaya Hidup

Cara lain membantu penderita buta warna dengan perubahan gaya hidup untuk membantu mengingat warna, antara lain: 
- Menghafalkan atau mengingat urutan benda berwarna, terutama untuk benda yang penting di sekitar kita, seperti lampu lalu lintas. 
- Menandai atau memberikan label untuk benda berwarna tertentu. 
- Menggunakan aplikasi khusus untuk mengidentifikasi warna di ponsel atau gawai digital lainnya. 

Buta warna umumnya tidak membahayakan atau menyebabkan masalah kesehatan, terutama bawaan lahir. Kecuali bagi sebagian orang yang membutuhkan kejelian membedakan warna untuk beraktivitas, kebanyakan pengidap buta warna bisa bisa hidup normal tanpa hambatan yang berarti. 

Kebanyakan orang yang buta warna bisa beradaptasi dengan kondisinya dan menunjukkan produktivitas kerja yang setara dengan orang-orang yang penglihatannya normal, atau bahkan bisa lebih baik lagi.

Ada beberapa contoh tokoh yang memiliki masalah buta warna namun mampu mencapai sukses yang luar biasa.

Pernah mendengar nama Mark Zuckerberg? Ya, dialah pendiri jejaring sosial Facebook yang identik dengan warna biru. Ternyata ada alasan di balik ini.

Menurut The New Yorker, Zuckerberg buta warna merah-hijau, yang berarti warna yang paling bisa dilihatnya adalah biru. 

Tokoh sukses lainnya yang mengalami kondisi buta warna merah-hijau adalah mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Christopher Nolan, sutradara film langganan box office, misalnya Batman.

Labels: Kesehatan, Mata

Thanks for reading Mengenal Buta Warna : Penyebab, Jenis Dan Cara Mengatasinya. Please share this article.

Share:

0 Komentar untuk "Mengenal Buta Warna : Penyebab, Jenis Dan Cara Mengatasinya"