Perbedaan Antara Vegan Dan Vegetarian Yang Penting Dipahami

perbedaan vegan dan vegetarian

Istilah vegan dan vegetarian sering dicampuradukkan satu sama lain dan mungkin bagi sebagian orang kedua istilah ini cukup membingungkan. Apakah vegan dan vegetarian itu sama atau berbeda?


Vegan dan vegetarian adalah dua pola makan yang berbasis nabati, tetapi memiliki beberapa perbedaan mendasar.

Pertama, kata vegan dan vegetarian berasal dari kata yang berbeda dan memiliki arti yang berbeda. 

Vegan diambil dari awal dan akhir kata vegetarian yang berarti nabati, sementara vegetarian berasal dari kata vegetus yang berarti sehat dan segar. 

Veganisme adalah sebutan bagi orang-orang yang menganut pola makan vegan, sedangkan Vegetarianisme adalah sebutan bagi seorang vegetarian.

Kedua, vegetarian memiliki beberapa tipe atau kategori yang dibagi berdasarkan konsumsinya,  sementara vegan tidak memiliki kategori khusus. 

Ketiga, vegetarian mungkin masih mengonsumsi daging hewani atau produk turunannya, sementara vegan tidak mengonsumsi apapun yang berasal dari hewan. 

Terakhir, vegan dan vegetarian memiliki hari peringatan sedunia yang dirayakan pada tanggal dan bulan yang berbeda. 

Hari Vegan Sedunia diperingati pada 1 November, sementara Hari Vegetarian Sedunia diperingati pada 1 Oktober.

Vegetarian


Seorang vegetarian tidak mengonsumsi daging, ikan, atau seafood, tetapi mereka mungkin masih mengonsumsi produk hewani lain seperti telur, susu, dan keju.

Ada beberapa jenis vegetarian, termasuk:

1. Lacto-vegetarian: tidak mengonsumsi daging, ikan, atau seafood, tetapi masih mengonsumsi produk susu
2. Ovo-vegetarian: tidak mengonsumsi daging, ikan, atau seafood, tetapi masih mengonsumsi telur
3. Lacto-ovo vegetarian: tidak mengonsumsi daging, ikan, atau seafood, tetapi masih mengonsumsi produk susu dan telur

Diluar itu masih ada kelompok ke 4 yaitu Flexitarian.

Flexitarian adalah istilah yang digunakan untuk orang yang mengikuti diet semi-vegetarian, yang berarti bahwa mereka cenderung mengurangi konsumsi daging tetapi tidak mengecualikannya secara total. 

Orang-orang yang mengikuti gaya makan flexitarian cenderung mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan sebagai makanan utama, tetapi mungkin juga mengonsumsi daging, ikan, atau seafood pada kesempatan tertentu.

Gaya makan flexitarian dapat menjadi pilihan yang sehat karena mengandung banyak makanan tumbuhan yang kaya akan nutrisi. Namun, penting untuk memastikan bahwa diet flexitarian masih mencakup semua nutrisi yang dibutuhkan dan tidak menyebabkan kekurangan nutrisi. 

Jika Anda tertarik untuk mencoba diet flexitarian, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan bahwa Anda masih memenuhi kebutuhan nutrisi Anda.

Vegan

Vegan adalah orang yang tidak mengonsumsi apapun yang berasal dari hewan, termasuk daging, ikan, seafood, telur, susu, dan keju. Mereka hanya mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan. 

Veganisme sering dianggap sebagai bentuk dari vegetarianisme yang lebih ketat, karena vegan tidak hanya mengecualikan daging dari diet mereka, tetapi juga semua produk hewani lainnya.

Kedua gaya makan ini dapat menjadi pilihan yang sehat jika dilakukan dengan benar dan terdapat cukup variasi makanan. 

Namun, vegetarian dan vegan mungkin perlu memperhatikan asupan protein, zat besi, dan asam folat untuk memastikan kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi.

Vegan Atau Vegetarian Yang Lebih "Baik"?


Dilihat dari pola konsumsinya, gaya hidup veganisme mungkin lebih rentan terhadap kekurangan nutrisi karena mereka tidak mengonsumsi produk hewani sama sekali, yang merupakan sumber protein, zat besi, dan asam folat yang penting. 

Namun, vegan dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan nutrisi mereka dengan mengonsumsi makanan tumbuhan yang kaya nutrisi, seperti kacang-kacangan, tahu, tempe, sayuran hijau, dan biji-bijian.

Namun demikian, tidak ada gaya makan yang "lebih baik" secara universal. Apa yang terbaik bagi seseorang tergantung pada berbagai faktor, termasuk preferensi pribadi, kebutuhan nutrisi, dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut dengan gaya makan tersebut.

Vegetarianisme dan veganisme dapat menjadi pilihan yang sehat jika dilakukan dengan benar dan terdapat cukup variasi makanan. 

Namun, vegetarian dan vegan mungkin perlu memperhatikan asupan protein, zat besi, dan asam folat untuk memastikan kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi. 

Jika tidak dilakukan dengan benar, gaya makan ini dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan masalah kesehatan.

Asupan Vitamin

Orang yang menerapkan gaya hidup vegan harus mengonsumsi vitamin tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh, karena sebagian vitamin, seperti vitamin B12, kebanyakan hanya ditemukan dalam produk hewani. 

Namun, saat ini, banyak restoran di Indonesia dan dunia lainnya yang menyajikan menu vegan yang seimbang nutrisinya. 

Beberapa menu vegan yang umum ditemui adalah hamburger vegan, nugget tempe, bakso vegan, dan kroket sayur. Walaupun tidak selalu mengandung semua nutrisi yang diperlukan, makanan nabati yang dikonsumsi oleh vegan dapat memberikan efek positif bagi kesehatan. 

Menurut sebuah sumber, gaya hidup vegan dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kadar gula darah dan fungsi ginjal, menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker, serta menurunkan kadar kolesterol dan tekanan gula darah.

Sebelum memutuskan mengadopsi pola makan vegetarian atau vegan, seseorang harus mempertimbangkan kebutuhan nutrisi mereka sendiri dan mencari saran dari dokter atau ahli gizi.
 
Sampai disini Anda sudah mengerti perbedaan antara Vegan dan Vegetarian, sehingga tidak salah memaknai arti keduanya. Apakah Anda tertarik menjadi seorang vegetarian atau vegan?

Jika Anda memutuskan untuk menjadi vegetarian atau vegan, pastikan untuk memilih makanan yang kaya nutrisi dan memastikan kebutuhan nutrisi Anda terpenuhi.

Posting Komentar untuk "Perbedaan Antara Vegan Dan Vegetarian Yang Penting Dipahami"