Banyak orang membeli sepatu dengan berpatokan pada nomor yang biasa dipakai. Misalnya, karena selama ini nyaman menggunakan ukuran 40, maka setiap membeli sepatu baru langsung memilih ukuran yang sama.
Padahal, nomor sepatu bukan satu-satunya patokan untuk mendapatkan sepatu yang pas. Panjang kaki, lebar kaki, bentuk jari, ruang di dalam sepatu hingga waktu ketika kaki diukur juga perlu diperhatikan.
Yang tidak kalah penting, ukuran kaki ternyata bisa berubah. Kaki dapat sedikit membesar setelah digunakan beraktivitas seharian dan ukuran kaki kanan dan kiri pun tidak selalu sama.
Karena itu, sebelum membeli sepatu baru, ada baiknya mengukur kembali kaki dan tidak sekadar mengandalkan ukuran sepatu yang selama ini digunakan.
Mengapa Ukuran Kaki Bisa Berubah?
Ukuran kaki bukan sesuatu yang selalu benar-benar tetap.
Sepanjang hari, kaki dapat mengalami perubahan ukuran karena aktivitas, posisi tubuh dan distribusi cairan. Setelah berjalan atau berdiri cukup lama, kaki biasanya menjadi sedikit lebih panjang dan lebar dibandingkan saat pagi hari.
Itulah sebabnya mencoba sepatu pada sore atau malam hari dapat memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai ukuran kaki saat digunakan untuk beraktivitas.
Perubahan juga bisa terjadi dalam jangka panjang. Usia, perubahan berat badan, kehamilan, aktivitas fisik, maupun perubahan bentuk dan struktur kaki dapat membuat sepatu yang dahulu terasa pas menjadi lebih sempit atau tidak nyaman.
Jadi, jika sepatu lama tiba-tiba terasa sempit, belum tentu sepatunya yang menyusut. Bisa jadi ukuran atau bentuk kaki memang telah berubah.
Cara Mengukur Ukuran Kaki di Rumah
Mengukur kaki sebenarnya cukup mudah dan tidak membutuhkan alat khusus.
Siapkan:
- Selembar kertas
- Pensil atau pulpen
- Penggaris atau meteran
- Kaus kaki yang biasa digunakan
Kemudian lakukan langkah berikut:
1. Letakkan kertas di lantai
Gunakan permukaan yang datar dan keras. Jangan mengukur kaki di atas kasur atau karpet yang empuk.
2. Berdiri di atas kertas
Jangan mengukur dalam posisi duduk. Berdirilah dengan berat badan bertumpu secara normal pada kedua kaki.
Posisi berdiri penting karena ketika menanggung berat badan, telapak kaki dapat sedikit melebar dan memanjang.
3. Tandai bagian terpanjang kaki
Tandai bagian paling belakang tumit dan ujung jari yang paling panjang. Tidak semua orang memiliki ibu jari sebagai jari terpanjang.
4. Ukur panjang kaki
Ukur jarak antara tumit hingga ujung jari terpanjang dalam satuan sentimeter.
5. Ukur kedua kaki
Jangan hanya mengukur kaki kanan atau kiri.
Ukuran kaki kanan dan kiri bisa berbeda. Jika terdapat perbedaan, gunakan kaki yang lebih besar sebagai patokan ketika memilih ukuran sepatu.
6. Ukur lebar kaki
Selain panjang, ukur juga bagian kaki yang paling lebar, umumnya di sekitar bagian depan telapak kaki.
Ini penting terutama bagi pemilik kaki lebar. Sepatu yang panjangnya sudah benar belum tentu nyaman jika bagian sampingnya terlalu sempit.
Jangan Mengukur Kaki Hanya Sekali
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah mengukur kaki pada pagi hari kemudian menggunakan hasil tersebut untuk membeli sepatu.
Jika memungkinkan, lakukan pengukuran pada sore atau malam hari setelah kaki digunakan beraktivitas.
Pada waktu tersebut kaki cenderung berada dalam kondisi lebih besar dibandingkan pagi hari. Dengan demikian, hasil pengukuran lebih mencerminkan kondisi ketika sepatu digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Hal ini terutama penting untuk sepatu yang akan digunakan berjalan jauh, bekerja seharian atau berolahraga.
Jangan Hanya Melihat Nomor Sepatu
Ukuran 40 pada satu merek belum tentu memiliki ukuran yang sama persis dengan ukuran 40 pada merek lainnya.
Standar ukuran sepatu dapat berbeda antarprodusen maupun antar-model. Karena itu, ukuran dalam sentimeter atau millimeter sering kali lebih berguna sebagai acuan dibandingkan sekadar angka EU, US atau UK.
Sebelum membeli sepatu secara online, periksa size chart resmi merek tersebut dan cocokkan dengan panjang kaki.
Jangan langsung berasumsi:
"Saya biasanya pakai 40, berarti sepatu ini pasti 40."
Lebih aman mengatakan:
"Panjang kaki saya sekian cm, lalu saya cocokkan dengan size chart sepatu yang akan dibeli."
Perhatikan Lebar Kaki
Panjang kaki bukan satu-satunya masalah dalam memilih sepatu.
Ada orang yang memiliki kaki relatif panjang tetapi ramping. Ada pula yang memiliki panjang kaki sedang tetapi telapak kakinya lebar.
Jika sepatu terasa menekan pada bagian samping, jangan buru-buru memilih ukuran yang lebih panjang. Bisa jadi yang dibutuhkan bukan tambahan panjang, melainkan sepatu dengan ukuran lebar atau wide fit.
Sepatu yang terlalu sempit dapat membuat jari tertekan dan meningkatkan risiko lecet, kapalan atau rasa tidak nyaman. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya ruang yang cukup pada bagian kotak jari atau toe box.
Untuk kaki lebar, pertimbangkan sepatu dengan:
- Toe box lebih luas
- Material bagian atas yang fleksibel
- Pilihan wide atau extra wide
- Bentuk ujung sepatu yang tidak terlalu runcing
Sisakan Ruang untuk Jari Kaki
Sepatu yang pas bukan berarti ujung jari harus menyentuh bagian depan sepatu.
Jari kaki membutuhkan ruang untuk bergerak ketika berjalan. Untuk penggunaan sehari-hari, umumnya diperlukan ruang tambahan di bagian depan sehingga jari tidak tertekan ketika kaki bergerak atau sedikit membesar.
Untuk sepatu jalan atau olahraga, sejumlah panduan menyarankan ruang sekitar 0,5–1 cm di depan jari terpanjang.
Namun, jangan menjadikan angka tersebut sebagai aturan mutlak untuk semua jenis sepatu. Bentuk sepatu, jenis aktivitas dan karakter kaki tetap perlu dipertimbangkan.
Yang terpenting, jari tidak boleh terjepit atau menyentuh ujung sepatu ketika berjalan.
Periksa Bagian Tumit
Ada satu bagian yang sering dilupakan ketika mencoba sepatu, yaitu tumit.
Sepatu yang terlalu longgar di bagian belakang membuat tumit mudah terangkat ketika berjalan. Kondisi ini dapat menimbulkan gesekan dan menyebabkan lecet.
Sebaliknya, sepatu yang terlalu ketat pada tumit juga bisa menimbulkan tekanan dan rasa sakit.
Ketika mencoba sepatu, berjalanlah beberapa langkah dan rasakan apakah tumit tetap stabil di dalam sepatu.
Coba Sepatu Sambil Berdiri dan Berjalan
Jangan hanya mencoba sepatu sambil duduk.
Saat berdiri, kaki menerima beban tubuh sehingga bentuk dan ukurannya dapat sedikit berubah. Karena itu, setelah mengenakan sepatu, berdirilah kemudian berjalan beberapa langkah.
Perhatikan:
- Apakah jari terasa tertekan?
- Apakah bagian samping kaki terasa sesak?
- Apakah tumit mudah terangkat?
- Apakah kaki bergeser di dalam sepatu?
- Apakah ada bagian yang terasa menusuk atau menekan?
- Apakah kedua kaki terasa sama-sama nyaman?
Sepatu yang nyaman seharusnya terasa nyaman sejak awal, bukan baru nyaman setelah "dipaksa" dipakai berkali-kali.
Gunakan Kaus Kaki yang Biasa Dipakai
Jika sepatu akan digunakan bersama kaus kaki, gunakan kaus kaki tersebut ketika mencoba sepatu.
Kaus kaki yang lebih tebal dapat mengurangi ruang di dalam sepatu. Perbedaan kecil tersebut mungkin tidak terasa ketika mencoba sebentar, tetapi bisa menjadi masalah setelah sepatu digunakan selama beberapa jam.
Hal ini juga berlaku untuk sepatu olahraga. Gunakan kaus kaki yang memang biasa digunakan ketika berlari atau berolahraga saat melakukan fitting.
xxxxxxx
Bagaimana Jika Kaki Kanan dan Kiri Berbeda Ukuran?
Ini merupakan hal yang cukup umum.
Jika kaki kanan sedikit lebih besar daripada kiri, pilih ukuran berdasarkan kaki yang lebih besar.
Jangan memilih ukuran berdasarkan kaki yang lebih kecil karena kaki yang lebih besar justru berisiko terjepit.
Untuk selisih yang kecil, tali sepatu atau pengaturan lacing dapat membantu membuat kaki yang lebih kecil tetap stabil.
Apakah Harus Membeli Sepatu Satu Ukuran Lebih Besar?
Tidak selalu.
Memilih sepatu satu ukuran lebih besar hanya karena kaki terasa sempit bukan solusi terbaik.
Jika panjang sepatu sebenarnya sudah cukup tetapi bagian samping terasa sempit, masalahnya mungkin terdapat pada lebar sepatu, bukan panjangnya.
Karena itu, daripada langsung naik satu ukuran, lebih baik mencari model dengan wide fit atau toe box yang lebih lega.
Sepatu yang terlalu panjang juga dapat membuat kaki bergerak maju-mundur dan mengurangi stabilitas ketika berjalan.
Tips Memilih Sepatu untuk Berbagai Aktivitas
Ukuran yang nyaman juga dipengaruhi oleh jenis aktivitas.
Sepatu sehari-hari
Utamakan kenyamanan, ruang jari dan kestabilan tumit. Jangan memilih sepatu hanya karena bentuknya menarik.
Sepatu olahraga
Berikan perhatian lebih pada ruang jari, stabilitas dan kemampuan sepatu meredam benturan. Untuk aktivitas seperti lari, kaki dapat mengalami perubahan ukuran selama aktivitas sehingga ruang tambahan di bagian depan menjadi penting.
Sepatu kerja
Jika digunakan selama berjam-jam, pilih sepatu yang memberikan ruang cukup pada jari dan tidak menekan bagian depan maupun samping kaki.
Sepatu untuk berjalan jauh atau traveling
Kenyamanan harus menjadi prioritas. Sebaiknya jangan menggunakan sepatu baru yang belum pernah dicoba untuk perjalanan panjang.
Ukuran Sepatu yang Benar Bukan Sekadar Angka
Memilih sepatu yang tepat sebenarnya sederhana: kenali ukuran dan bentuk kaki, kemudian sesuaikan dengan bentuk sepatu.
Jangan hanya mengandalkan nomor sepatu yang biasa dipakai. Ukur kedua kaki, lakukan pengukuran saat berdiri dan idealnya pada sore hari, perhatikan panjang sekaligus lebar kaki, kemudian cocokkan hasilnya dengan size chart merek yang akan dibeli.
Yang juga perlu diingat, ukuran kaki dapat berubah. Kaki dapat sedikit membesar sepanjang hari dan bentuknya juga dapat berubah dalam jangka panjang akibat usia, perubahan berat badan, aktivitas maupun kondisi kaki.
Jadi, jika sepatu yang dulu terasa nyaman sekarang terasa sempit, tidak selalu berarti Anda salah membeli sepatu. Bisa jadi kaki Anda memang sudah berubah.
Pada akhirnya, sepatu terbaik bukanlah yang sekadar memiliki nomor ukuran yang benar, tetapi yang memberikan ruang cukup, menjaga kaki tetap stabil dan terasa nyaman ketika digunakan berjalan.



Posting Komentar untuk "Cara Memilih Sepatu Sesuai Ukuran Kaki, Jangan Hanya Mengandalkan Nomor Sepatu"