![]() |
| Telur lebih baik direbus atau dikukus? |
Telur selalu jadi andalan di dapur: murah, serbaguna, dan bergizi. Tapi tahukah kamu bahwa cara memasak—mengukus vs merebus—mempengaruhi tekstur, tampilan, dan kemudahan mengupas telur?
Banyak sumber juga menyorot bahwa mengukus memberi hasil yang lebih halus, matang yang konsisten, dan kulit yang lebih mudah lepas dibanding merebus.
Telur adalah bahan pokok di rumah: murah, kaya protein, dan fleksibel dipakai untuk banyak masakan.
Tapi ternyata cara memasak—mengukus vs merebus—berdampak besar pada tekstur, tampilan, kemudahan mengupas, rasa, dan bahkan kemungkinan overcooking.
Di bawah ini saya rangkum alasan ilmiah dan praktis mengapa banyak koki rumahan (dan profesional) lebih memilih mengukus telur daripada memasukkannya langsung ke air mendidih — plus panduan langkah-demi-langkah supaya hasilnya konsisten tiap kali.
4 alasan utama kenapa kukus lebih unggul
1. Tekstur lebih lembut dan kuning telur lebih creamy
Uap panas memasak telur lebih lembut daripada air mendidih yang bergolak; panas dari uap menyebar perlahan dan merata sehingga putih tidak menjadi 'karet' dan kuning cenderung lebih creamy (bukan kering atau berwarna kehijauan akibat overcooking).
Chef dan tim riset kuliner merekomendasikan steaming untuk mendapatkan tekstur yang lebih baik.
2. Kematangan lebih konsisten dan risiko overcook berkurang
Saat direbus, air yang bergolak dapat membuat beberapa bagian telur terkena panas lebih cepat atau menyebabkan gerakan yang membuat retak — hasilnya ada bagian yang overcooked.
Mengukus menyediakan suhu uap yang stabil dan cara pemanasan dari luar-ke-dalam yang lebih terkontrol, sehingga hasil matang jadi lebih seragam.
3. Lebih mudah dikupas (peeling lebih gampang)
Banyak koki dan panduan memasak menemukan bahwa telur yang dikukus lebih mudah dikupas — uap membantu melepas membran di antara cangkang dan putih telur, ditambah metode “hot-start” (masuk ke kukusan yang sudah panas) meminimalkan ikatan kuat antara putih dan membran.
Hal ini sangat membantu jika kamu membuat deviled egg atau salad telur dalam jumlah banyak.
4. Praktis dan cepat untuk batch besar
Mengukus biasanya butuh sedikit air (cukup membuat uap), bisa menempatkan banyak telur dalam satu layer steamer/keranjang, dan setelah ditutup kamu tinggal set timer — banyak sumber menyebut steaming sebagai metode yang cepat dan minim pengawasan.
Setelah dikukus, segera dicelupkan ke ice bath untuk menghentikan proses memasak dan menjaga tampilan kuningnya.
Catatan tentang nutrisi: tidak selalu hitam-putih
Beberapa penelitian metabolomik menemukan bahwa metode memasak (mendidih vs metode lain) bisa memengaruhi profil senyawa tertentu di kuning telur (mis. beberapa vitamin terlarut atau senyawa yang terdeteksi berubah setelah perebusan).
Artinya, dari sisi nutrisi ada variasi kecil bergantung cara masak dan lama pemanasan — tetapi bagi sebagian besar pola makan, perbedaan ini tidak dramatis.
Jadi alasan utama memilih kukus lebih ke tekstur, tampilan, dan kemudahan mengupas.
Cara mengukus telur yang Benar
Siapkan bahan & alat yang terdiri: panci + rak/steamer basket, air secukupnya (cukup untuk membuat uap), mangkuk dengan ice water.
1. Masukkan sekitar 1–2 cm air ke panci. Letakkan steamer basket atau rak, panaskan hingga mendidih.
2. Letakkan telur dalam satu lapis di keranjang (jangan tumpuk). Tutup panci rapat.
3. Atur waktu (dari saat uap sudah stabil & tutup rapat):
* Soft-boiled (kuning agak cair): 6–7 menit.
* Medium: 8–9 menit.
* Hard (kuning matang padat): 11–13 menit.
(Angka bisa sedikit bervariasi tergantung ukuran telur & ketinggian tempat).
4. Segera pindahkan ke ice bath selama 5–10 menit untuk menghentikan proses memasak — ini juga membantu kulit lebih mudah terlepas.
Sebagai tips tambahan, gunakan telur suhu ruang untuk hasil lebih konsisten; pastikan lapisan telur satu baris di keranjang; jangan tusuk lubang di cangkang (itu trik lama yang bisa menyebabkan retak saat dimasak).
Jika tetap susah kupas, kupas di bawah air mengalir atau gunakan metode ketok-ketok lalu gulung untuk memecah cangkang sebelum dikupas.
Mengukus telur memberikan kontrol yang lebih baik atas tekstur (putih lebih lembut, kuning lebih creamy), memudahkan pengupasan, mengurangi risiko retak dan cincin hijau akibat overcooking, serta seringkali lebih efisien penggunaan air/energi.
Untuk hasil paling konsisten: kukus dengan metode yang benar, segera ice-bath, dan gunakan telur yang tidak terlalu segar bila tujuan Anda adalah telur kukus/hard-boiled yang mudah dikupas.



Posting Komentar untuk "Mengapa Telur Sebaiknya Dikukus, Bukan Direbus ?"